jika kamu biasanya hanya sanggup bertahan paling lama 2 hari, ini sudah hari keberapa?
kamu tak juga menghubungiku
apa kamu sudah tak mau fight untukku?
lantas jika aku yang fight untukmu, apa kamu masih mau menerimaku?
terlalu banyak tanya, aku tak sanggup lagi berkata
kalo kamu membaca tulisanku ini, kamu pasti bisa merasakan, betapa aku sungguh menunggu kamu. menunggu setiap hai yang keluar darimu, menunggu setiap keoverpedeanmu yang kamu luapkan, menunggu setiap pertanyaan yang sepertinya hanya kau berikan untuk mengujiku.
kamu, kamu, kamu.
kamu apa kabar? kamu sedang apa? bagaimana harimu?
aku rindu setiap laporanmu yang hanya membuatku khawatir.
“kangen gw ga?” “kalo gw bilang iya gmn?” “ya gw seneng” “lo kangen sama gw ga? “dikit”
yah kamu selalu menjawab dikit :)
“pelit ih, masa kangen dikit”
ah, sudahlah, apa yang kuharap dari mengenangmu. hanya membuat aku ragu untuk melangkah.
kamu terlalu bersinar, kamu terlalu membekas, membuatku rasaku juga terlalu.
terlalu padamu.
untuk kamu
dari aku
jika kupikirkan dengan otakku, aku kan melepasmu, sayangnya aku tak pernah berpikir untukmu, aku cukup merasa, merasa dengan hati, dan hatiku berkata kamu
semua berkata tidak, hanya hatiku yang menjawab ya. untuk kamu
Hari yg mana yang kudustakan tanpa suaramu?
Bolehkah kau mengabulkan satu harapku? Hanya satu, pedulilah padaku lagi
Kalo kamu menjadi tak peduli karena ucapanku, maukan kau peduli lagi karena ucapanku?
[video]
(via Mistakes are sometimes the best memories | Best Tumblr Love Quotes)
(via sayingimages)
yes he is, singing for me